Faktor yang Mempengaruhi Penyisihan Merkuri
Efek ukuran partikel
Ukuran partikel adsorbent memiliki efek terhadap kinerja
(performance) dan pressure drop. Untuk berat yang sama,
semakin kecil ukuran partikel, semakin luas permukaannya, sehingga semakin baik
kinerjanya.
Sebaliknya untuk pressure drop. Untuk berat yang sama,
semakin kecil ukuran partikel, semakin banyak jumlah adsorbent (semakin luas permukaan adsorbent), semakin banyak friksi gas dengan adsorbent, sehingga semakin besar pressure drop-nya.
Efek kecepatan gas
Berikut hasil tes yang dilakukan
oleh salah satu vendor mercury adsorbent.
Tabel 2. Efisiensi
Penyisihan Merkuri Berdasarkan Waktu Tinggal dan Kecepatan Gas
Waktu
tinggal (s)
|
Efisiensi
penyisihan merkuri (%)
|
|
3 ft/min
|
6 ft/min
|
|
1,7
|
43
|
58
|
3,3
|
80
|
89
|
5,0
|
91
|
100
|
Dari tabel di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
- semakin lama waktu tinggal gas di dalam bed, semakin tinggi efisiensi penyisihan
merkuri dari gas,
- semakin tinggi kecepatan gas, semakin tinggi
efisiensi penyisihan merkuri dari gas.
Efek temperatur
Secara umum, makin tinggi temperatur,
makin cepat reaksi berlangsung. Tetapi pada temperatur tinggi, sulfur yang impregnant akan:
-
teruapkan
pada kondisi inert, atau
-
teroksidasi jika kontak dengan udara
Berkurangnya sulfur di adsorbent (karena teruapkan atau
teroksidasi) menyebabkan kinerja adsorbent
menurun.
Pengukuran Kadar Merkuri
Masalah utama yang terdapat pada
pengukuran kadar merkuri adalah berkurangnya jumlah merkuri yang akan diukur
karena sebagian merkuri tersebut menempel di sample line dan dinding kontainer. Untuk menanggulanginya dilakukan
purging untuk memastikan hasil yang
akurat.
Saat ini merkuri di dalam gas
umumnya diukur menggunakan atomic
fluorescence spectrometry (AFS). Gas dilewatkan ke trapping tube dari emas untuk memekatkan merkuri. Untuk gas yang
bertekanan tinggi, tekanan gas diturunkan menggunakan pressure regulator. Untuk menghindari kondensasi akibat penurunan
tekanan, digunakan electrical heating.
Selanjutnya merkuri dilepaskan (desorbed)
dari tube dengan pemanasan (bisa
mencapai 800oC), menggunakan carrier
gas menuju analyzer.
Untuk mengukur kadar merkuri di dalam liquid, metode yang sama digunakan dengan sedikit modifikasi, yaitu liquid diubah menjadi fasa gas terlebih dahulu.
Interaksi Merkuri dengan Permukaan Logam
Merkuri dapat menempel di
permukaan baja (steel) pipa dan vessel dengan kadar 2 – 10 g/m2.
Mekanisme bagaimana merkuri dapat diabsorb oleh baja belum diketahui. Sejauh
ini postulat yang digunakan adalah merkuri bereaksi dengan grain boundary unsur atau senyawa yang terdapat di dalam baja.
Sifat kimia permukaan baja yang
mengandung merkuri berbeda dengan sifat kimia baja tanpa merkuri.
Pipeline
Proses pendinginan dan kompresi
dapat menghasilkan merkuri cair yang mengendap di pipeline. Hal ini diketahui pada saat dilakukan pigging.
Pertanyaan menarik adalah apakah
merkuri cair yang mengendap di pipeline
dapat menyebabkan percepatan korosi galvanik?
Tank di Kapal
Kontaminasi dapat terjadi di:
-
dasar tank
karena adanya sludge
-
di eksterior lapisan permukaan nonlogam (scale, material organik, kadang-kadang coating)
-
merkuri kemungkinan ada di dalam (“in”) atau di
atas permukaan (“on”) baja.
Merkuri yang berada pada baja membahayakan pernapasan pekerja ketika pipa dilas atau dipotong.
Merkuri berinteraksi dengan:
-
aluminum: menyebabkan LME (liquid metal embrittlement)
-
baja
-
tembaga: menyebabkan crack
Merkuri memiliki dampak terhadap:
-
integritas peralatan
-
kesehatan dan keselamatan pekerja
-
kualitas produk
-
lingkungan
Merkuri dan carbon steel
Berita baiknya adalah:
-
merkuri tidak mempercepat korosi
-
tidak ada efek galvanic yang besar
-
tidak ada dampak merugikan terhadap stress corrosion cracking (SCC)
Merkuri dapat diabsorb oleh logam. Pada saat gas mengalir dari well ke station melalui pipeline, sejumlah merkuri menempel di dinding pipeline. Dinding pipeline memiliki kapasitas mengabsorb merkuri. Pada saat kapasitas ini tercapai, tidak ada merkuri tambahan yang menempel di dinding pipeline. Dampaknya adalah pada waktu tersebut kadar merkuri di dalam gas yang masuk ke station akan meningkat dibanding sebelumnya. Tabel berikut menampilkan estimasi lag time merkuri di dalam pipeline.
Tabel 3. Lag Time Merkuri
di Dalam Pipeline
Luas
permukaan (m2)
|
Laju
alir gas (MMSCFD)
|
Laju
alir merkuri (g/h)
|
Kapasitas
permukaan pipa (gram merkuri/m2)
|
Waktu
untuk mencapai shore / station (bulan)
|
200.000
|
40 - 50
|
20 - 40
|
1
|
9
|
2
|
18
|
|||
5
|
46
|
|||
10
|
93
|
Sumber:
-
Interaction
of Mercury with Metal Surfaces, Johnson Matthey Catalysts, 2009
-
Carnell
and Willis, Mercury Removal from Liquid
Hydrocarbons, Johnson Matthey Catalysts, 2005.
-
NUCON,
MERSORB® Mercury Adsorbents, Design and
Performance Characteristics, Bulletin 11B28 – 2010.
-
Abu
El Ela, I.S. Mahgoub, M.H. Nabawi, and Abdel Azim, Mercury Monitoring and
Removal at Gas Processing Facilities: Case Study of Salam Gas Plant, Society of
Petroleum Engineer (SPE), 2008.